Menkeu: Indonesia Tunjukkan Ketangguhannya

  Sambutan Menteri Keuangan Dibacakan Khairil Indra.

 

BUKITTINGGI, AjarDetik.com -- Pada saat kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional ke-115, walau pandemi mulai mereda, namun ekonomi global masih menghadapi banyak tantangan dalam upaya untuk pulih sepenuhnya.  Dunia saat ini masih merasakan scarring effect akibat pandemi ditambah tensi geopolitik yang meningkat. Situasi ini telah menciptakan krisis komoditas, meningkatkan harga energi dan pangan, serta mendorong kenaikan inflasi yang tinggi, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.

Demikian dikatakan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dalam sambutannya tertulisnya yang dibacakan Kepala KPPN Bukittinggi Khairil Indra dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-115, di Kota Bukiitinggi. "Kondisi global yang tidak menentu ini juga berdampak ke Indonesia. Namun, sekali lagi Indonesia telah menunjukkan ketangguhannya. Pada triwulan pertama tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,03%, melampaui pertumbuhan global dan emerging market. Bahkan, pencapaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tercatat sebesar 4,5%," katanya,

Selain itu laju inflasi juga terkendali dan mengalami penurunan ke level 4,33% per April 2023. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi Indonesia merupakan salah satu yang terbaik tidak hanya di ASEAN,  namun juga di G20.

Kemenkeu menjelaskan, tingkat pengangguran mencapai 7,1% pada bulan Agustus tahun 2020 berhasil diturunkan menjadi 5,5% pada bulan Februari 2023 ini. Begitu pula, tingkat kemiskinan yang sempat mencapai angka dua digit (10,2%) pada saat pandemi, berhasil diturunkan     menjadi 9,6% pada tahun 2022.

Pada bulan April yang lalu, saat Umat Islam merayakan Harai Lebaran, kita melihat pergerakan manusia yang begitu luar biasa. Terdapat sekitar 123 juta orang yang mudik lebaran tanpa ada halangan berarti. Jumlah ini hampir 50% lebih tinggi dari jumlah pemudik lebaran di tahun 2022. Ini semua menunjukkan bahwa Indonesia telah bangkit dan pulih semakin kuat.

Menurut Sri Mulyani, semangat kebangkitan nasional terus berkobar, dalam situasi domestik yang berat sekalipun, kita masih mampu memainkan peran dalam forum-forum internasional. Pada tahun 2022, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia internasional, bahwa kita mampu menjadi pemimpin forum G20. Dalam suasana geopolitik global yang memanas karena perang Rusia dan Ukraine. Indonesia dengan telaten terus membangun jembatan komunikasi untuk mencari solusi dan titik temu. Indonesia mengobarkan semangat untuk bangkit kepada seluruh dunia. Hal ini terlihat dari tema yang diangkat oleh Indonesia dalam Presidensi G20, yaitu “Recover Together, Recover Stronger”.

"Dunia telah menyaksikan kepiawaian Indonesia dalam memimpin forum yang beranggotakan 20 negara/entitas regional dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Dalam suasana perang dan perpecahan, Presidensi G20 Indonesia berhasil melahirkan leaders declaration yang memberi kontribusi penting bagi dunia, di antaranya diluncurkannya pandemic fund yang bertujuan agar dunia lebih siap jika terjadi pandemi di masa depan," Sri Mulyani menjelaskan.

Kepemimpinan Indonesia di level Internasional terus berlanjut, tahun 2023 Indonesia menjadi Chairmanship di forum ASEAN. Indonesia kembali mengobarkan semangat untuk bangkit kepada bangsa- bangsa di Asia Tenggara dan mendorong ASEAN menjadi pusat        pertumbuhan dunia “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth”.

Posisi Indonesia dalam kancah Internasional semakin kokoh dan disegani. Beberapa hari ini, Presiden Indonesia Joko Widodo diundang untuk menghadiri KTT G7 di Hirosima, Jepang.

Dalam forum negara-negara yang anggotanya mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global atau sekitar $263 triliun ini, Presiden menyerukan revolusi untuk menghentikan perang yang telah menimbulkan banyak kesengsaraan.

Dalam forum tersebut, Indonesia juga menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang untuk menghentikan model “era kolonialisme” dalam perdagangan antara negara maju dan berkembang. Indonesia menutut sebuah model kolaborasi global yang setara dan inklusif.

Seminggu sebelumnya, Menteri Keuangan juga diundang untuk turut hadir dan berdiskusi mencari terobosan solusi- solusi ekonomi dan keuangan global atas dampak ketegangan geopolitik di forum G7 Finance Minister and Central Bank Governor Meeting di Niigata Japan. Kehadiran Indonesia di forum G7 menunjukkan bahwa posisi Indonesia sangat diperhitungkan dalam konstelasi global saat ini. Sikap dan peran Indonesia dinantikan untuk turut serta menentukan dinamika global.

Dari Forum G7 di Niigata, Menkeu langsung bertolak ke Jeddah Arab Saudi untuk menghadiri Sidang Tahunan IsDB ke-48. Forum IsDB membuat keputusan penting yaitu menyetujui Indonesia untuk menaikkan peringkatnya sebagai pemegang saham IsDB dari peringkat ke-12 menjadi peringkat ke-3. IsDB merupakan Bank Pembangunan Multilateral Islam yang membantu mengatasi krisis di negara-negara tertinggal dan berkembang atau dikenal juga dengan South-South Partnerships (SSPs), khususnya, pada masa pandemi Covid-19 di mana banyak negara berkembang mengalami kesulitan keuangan serius. Dengan menjadi pemegang saham peringkat ke-3 IsDB berarti Indonesia harus siap mengambil peran dan tanggung jawab lebih besar, baik di dunia Islam maupun di kancah global.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-115 tahun ini benar- benar ditandai dengan capaian yang luar biasa. Indonesia mampu bangkit dari pandemi, tidak hanya bangkit sendiri, namun membawa spirit kebangkitan ke dunia global.

Indonesia tidak hanya memikirkan perdamaian di negerinya, namun juga mengupayakan perdamaian dunia. Indonesia tidak hanya berusaha mewujudkan masyarakatnya yang adil dan makmur, namun juga memperjuangkan keadilan bagi negara-negara tertinggal dan berkembang.

Kita harus bangga, Indonesia sudah berada dalam jalur yang benar dalam upaya untuk mencapai cita-cita dan tujuan kemerdekaannya, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Kita juga harus tetap waspada karena tantangan ke depan akan semakin berat. Musuh terbesar adalah diri kita sendiri, bahaya terbesar kita adalah perpecahan bangsa sendiri. Mari kita perkuat persatuan dan kesatuan, perkuat soliditas antar-elemen bangsa, dan jadikan momentum Hari Kebangkitan Nasional ini untuk memupuk       nasionalisme dan semangat berjuang pantang menyerah.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-115. Ayo Semangat Bangkit! Dan Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia!” (Khairil  Indra)

 

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال