Fenomena Langka, 21 Maret Nir-Bayangan di Sumatera Barat

 

Tugu Khatulistiwa di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Tanggal 21 Maret, adalah hari tanpa bayangan.(Foto Yurnaldi, AjarDetik.com)


PADANG, AjarDetik.com-- Masyarakat Sumatera Barat yang ingin menikmati fenomena alam langka, berkunjunglah ke Kinali, Kabupaten Pasaman Barat dan Bonjol, di Kabupaten Pasaman, 21 Maret. Tepatnya di Tugu Khatulistiwa. 

Karena besok siang, jika cuaca cerah dan suhu lebih panas dari biasanya, akan bisa menyaksikan kita tanpa bayangan. Sebab, matahari akan berada tepat di atas garis khatulistiwa (equator). 

Jika selama ini Anda belum pernah berswafoto di Tugu Khatulistiwa, besok adalah kesempatan istimewa, langka. Tidak banyak daerah yang bisa menikmatinya di Indonesia. selain di dua tempat di Sumatera Barat, juga bisa di Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Juga di Kepulauan Batu, di Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Kayla di Halmahera Selatan, Maluku Utara, dan Pulau Waigeo di Raja Ampat, Papua Barat. Ini adalah daerah yang posisinya di antara 23,4 Lintang Selatan dan 23,4 Lintang Utara. 

Berkunjung ke Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Anda akan peroleh Piagam dari walikotanya. Sedangkan berkunjung ke Tugu Khatulistiwa Bonjol pengunjung tak peroleh piagam. Harusnya Dinas Pariwisata Pasaman  bisa belajar untuk memajukan destinasi wisata Tugu Khatulistiwa. 

Sedangkan di Tugu Khatulistiwa di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, walau kita sudah berkunjung berkali-kali, juga tak ada penghargaan berupa piagam.

Pengamatan di lapangan AjarDetik.com, beberapa tahun terakhir seperti tak ada perhatian terhadap salah satu obyek wisata Tugu Khatulistiwa di Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman ini.

"Bupati atau dinas pariwisata setempat sebaiknya memikirkan potensi wisata yang tergolong unik ini," kata Rozalina, wisatawan asal Padang saat berkunjung ke Tugu Khatulistiwa di Kinali dan di Bonjol. 


 Wisatawan asal Padang, Rozalina, di Tugu Khatulistiwa Kinali, Pasaman Barat. (Foto Yurnaldi/AjarDetik.com)

Kalau kepala dinas pariwisata kreatif, tentu ada banyak acara yang bisa dibuat, mungkin lomba foto, lomba menulis pariwisata, dan pameran/bazar produk UMKM. 

Oya, kembali pada keunikan peristiwa alam langka besok, selain tanpa bayangan, durasi malam dan siang sama (vernal eguinox). Menurut teori yang saya baca, peristiwa langka ini terjadi dia kali dalam setahun, yakni 21 Maret dan 23 September. Peristiwa ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sekira 365 hari. (Nal) 



Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال